Selasa, 19 Januari 2010

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTROMAGNETIK SEDERHANA

PENDAHULUAN

Istilah magnet berasal dari kata “magnesia”. Magnesia merupakan nama sebuah daerah kecil di Asia. Dahulu, di tempat itulah orang pertama kali menemukan batu yang mampu menarik besi. Batu itu kemudian dinamakan magnet. Kini, batu itu tergolong magnet alam.
Gaya tarik magnet mampu menarik benda-benda tertentu. Tapi tidak semua benda dapat di tarik oleh magnet. Benda yang dapat di tarik oleh magnet adalah benda yang terbuat dari bahan logam, yaitu besi, nikel, dan kobalt. Bila suatu benda mengandung salah satu dari bahan logam tersebut maka benda magnetis adalah benda yang dapat ditarik oleh magnet.
Benda lainnya tidak dapat ditarik oleh magnet karena tidak mengandung salah satu dari bahan logam besi, nikel atau kobalt tersebut. Benda ini dinamakan benda tidak magnetis atau benda non magnetis.
Gaya magnet mampu menembus penghalang. Gaya tarik magnet masih berpengaruh terhadap benda magnetis dibalik penghalang itu terlalu tebal, maka pengaruh magnet bisa hilang. Dengan demikian, kekuatan gaya tarik menarik dipengaruhi oleh ketebalan yang menjadi penghalang antara magnet dan benda magnetis.
Makin dekat jarak benda ke magnet, maka makin kuat gaya tarik magnet tersebut. Gaya tarik menarik ini menyebabkan magnet dari peralatan elektronika yang rumit seperti jam, telepon genggam, radio, televisi, computer, dan lain-lain.
Kekuatan gaya tarik magnet tidaklah merata diseluruh sisi atau bagiannya. Gaya magnet terkuat berada di kedua kutubnya. Pada magnet batang, gaya magnet terkuat berada di kedua titik tersempit, yaitu kutub-kutubnya. Jika beberapa benda magnetis didekatkan magnet, maka benda-benda tersebut cenderung untuk segera ditarik ke kutub-kutub tersebut.
Daerah tertentu di sekitar magnet yang dipengaruhi oleh gaya tarik magnet disebut medan magnet. Medan inilah yang menyebabkan terbentuknya pola tertentu. Pola tersebut disebut garis-garis gaya magnet. Garis-garis tersebut saling bertemu di ujung kedua kutub magnet. Karena itulah, kutub magnet memiliki gaya tarik yang paling kuat.
Magnet memiliki dua kutub. Jika magnet bisa bergerak bebas, maka ada satu kutub yang menunjuk kearah utara. Kutub ini dinamakan dengan kutub utara. Kutub yang satunya lagi yang menunjuk kearah selatan, disebut kutub selatan magnet.
Kutub-kutub magnet memiliki sifat yang istimewa. Jika dua kutub magnet yang senama didekatkan, maka keduanya akan tolak-menolak. y\tetapi jika dua kutub magnet yang tidak senama didekatkan, maka keduanya akan tarik-menarik.
Selain magnet asli / magnet alam, ada juga magnet buatan. Magnet buatan adalah magnet yang dibuat oleh manusia dari besi atau baja. Magnet buatan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Bentuk magnet buatan bermacam-macam. Ada yang berbentuk batang, jarum, tabung (silindris), huruf U, dan ladam (tapal kuda).

macam-macam bentuk magnet:

Jarum, U, Tabung,dan Batang

Ada perbedaan pembutan magnet dari besi dan baja. Besi lebih mudah dibuat menjadi magnet dibandingkan dengan baja. Akan tetapi, kemagnetan besi lebih cepat hilang, sedangkan kemagnetan baja lebih tahan lama.
Ada beberapa cara pembuatan magnet, diantaranya adalah dengan cara induksi, gosokandan aliran lisrik. Dibawah ini akan dipraktikan cara membuat magnet dengan aliran listrik, atau yang disebut elektromagnetik.

ELEKROMAGNETIK SEDERHANA

A. ALAT DAN BAHAN
1.Batu baterai yang masih baru,
2.Kawat kecil tanpa bungkus,
3.Sebuah paku berukuran besar (3 inci),
4.Sarung tangan.
5.Buku dan alat tulis

B. CARA KERJA
1.Lilitkan kawat tembaga ke paku. Butlah lilitan tersebut dengan kuat tetapi berjauhan dan antara lilitan tidak boleh bersentuhan. Usahakanlah sisa kawat yang tidak terlilit masih cukup panjang.
2.Hubungkan kedua ujung sisakawat yang tidak terlilit ke kutub-kutub baterai. Ingat gunakan sarung tangan agar tidak tersengat listrik dan baterai.
3.Setelah rangkaian kamu siap, dekatkan paku yang telah terlilit tersebut ke beberapa klip kertas. Amatilah apa yang terjadi pada klip kertas.
4.Ulangilah melilitkan kawat ke paku dengan jarak lebih rapat. Tetapi ingat, antara lilitan tidak boleh bersentuhan.
5.Dekatkan paku ke klip kertas. Amatilah yang terjadi dengan klip kertas tersebut.
6.Lepaskan ujung kawat yang melilit kawat dari baterai. Dekatkan paku tanpa lilitan tersebut ke klip kertas. Amati yang terjadi pada klip kertas.

C. PERTANYAAN
1.Pada langkah kerja nomor 3, apakah yang terjadi saat kamu dekatkan paku klip kertas?
2.Pada langkah kerja nomor 5, setelah lilitan kamu buat lebih rapat, apakah yang terjadi saat kamu dekatkan paku ke klip kertas? Adakah perbedaan pengaruh dengan langkah kerja nomor 3?
3.Pada langkah kerja nomor 6, setelah tanpa lilitan, apakah yang terjadi saat kamu dekatkan paku ke klip kertas?

D. PEMBAHASAN
1.Pada langkah kerja nomor 3, yang terjadi saat paku didekatkan pada klip kertas adalah: klip kertas akan menempel pada paku yang telah dililiti kumparan yang ujung kumparan di letakkan di kutub-kutub baterai. Hal ini dapat terjadi karena paku yang telah dililiti kumparan tersebut telah mengandung magnet yang dapat menarik klip kertas.
2.Pada langkah kerja nomor 5, setelah lilitan di buat lebih rapat maka klip kertas akan semakin kuat di tarik oleh paku, akan lebih banyak klip kertas yang tertarik oleh paku. Hal ini terjadi karena kumparan yang di buat semakin banyak, hal ini menyebabkan gaya magnet yang di timbulkan oleh paku akan semakin kuat. Jelas ada perbedaan diantara langkah kerja nomor 3 dan langkah kerja nomor 5. Perbedaannya adalah: pada langkah kerja nomor 5 klip kertas tertarik lebih kuat di bandingkan pada langkah kerja nomor 3, karena lilitan yang di buat pada paku kedua di buat lebih rapat di bandingkan lilitan pada paku pertama. Hal ini yang menyebabkan kekuatan magnet yang di timbulkan oleh paku kedua lebih kuat di bandingkan dengan kekuatan magnet pada paku pertama.
3.Pada langkah kerja nomor 6, setelah lilitan pada paku di lepas maka klip kertas tidak tertarik oleh paku tersebut, tidak seperti pada paercobaan langkah kerja ketiga dan kelima. Hal ini di karenakan pada paku sudah tidak ada kekuatan magnet yang timbul, karena kumparan yang di gunakan sebagai pembuat magnet telah di lepas.

PENUTUP

Setelah dilakukan percobaan elektromagnetik diatas, dapat disimpulkan beberapa hal, diantaranya adalah:
Semakin banyak kumparan yang di buat guna penghantar magnet maka semakin kuat pula gaya magnet yang ditimbulkan atau di ciptakan.
Magnet butan bersifat sementara, jika penghantar arus listrik di putus maka, gaya magnetnyapun akan hilang.
Arus listrik dapat menimbulkan magnet. Magnet yang terjadi karena dialiri arus listrik disebut elektromagnetik.
Hanya dengan alat yang cukup sederhana ternyata kita dapat menciptakan atau membuat magnet, tanpa membutuhkan biaya yang besar.
Dalam membuat magnet sederhana kita membutuhkan sebuah alat penghantar yang disebut sebagai kumparan. Kumparan tersebut terbuat dari kawat tembaga, yang mampu menghantarkan arus listrik, sehingga timbul gaya magnet pada paku. Tanpa adanya kawat penghantar, paku tidak dapat menarik klip kertas, karena tidak terdapat gaya magnet pada paku.

DAFTAR PUSTAKA

Haryanto, SAINS UNTUK SD KELAS V, Jakarta: Erlangga, 2004

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar